Sisi pandang Kristen

Kekristenan bukan hanya upaya untuk membuat sebagian kecil realitas menjadi masuk akal. Kekristenan adalah pandangan dunia yang menawarkan makna hidup yang sesungguhnya. Ia menjelaskan pertanyaan manusia yang paling besar, dan berhubungan dengan topik yang paling banyak dieksplorasi dari sejarah kita: kehidupan setelah kematian, asal-usul alam semesta, keberadaan dan sifat Allah, konflik universal antara yang baik dan yang jahat. Semua ini dan lebih banyak lagi dibahas oleh pesan yang disebut Injil.—Stuart McAllister

Posted in Christianity | Tagged , | Leave a comment

Prayer to do God’s Work

Dear Lord, help me to remeber that You’re with me, even when I’m unsure of my own abilities. Give me the faith to believe that You can help me to do anything You ask me to do.

Posted in Christianity | Leave a comment

A friend in need

Father, thank you for making me a part of Your family by giving Your Son Jesus for me. Help me to accept the care of others and also to serve them out of gratitude and out of my love for You.

Posted in Christianity | Leave a comment

Confidence in hard times

Father God, in the midst of my trouble, teach me to rest in the fac that You are almighty. Thank you for the confidence I have that You are stronger than anything that thratens my life.

Posted in Christianity | Leave a comment

Ini Aku, Utuslah Aku!

A. PENGLIHATAN TENTANG ALLAH DALAM KEKUDUSANNYA ( 6:1-4 )

Tahun kematian raja Uzia (740 atau 739 SM) menandai berlalunya zaman keemasan kegiatan rohani di Yehuda (paling tidak sampai raja itu melakukan dosa kesombongan, sepuluh tahun sebelum dia mati); dan cucu laki-lakinya yang fasik, Ahas, barangkali sudah menggunakan pengaruhnya dalam pemerintahan Yotam. Kepada sang nabi yang berkecil hati, yang sedang berlutut sembahyang di Bait Suci di Yerusalem, Tuhan memberikan suatu penglihatan bersifat mengubah, yaitu mengenai kemuliaan-Nya. Tuhan meyakinkan sang nabi bahwa meskipun kejahatan kelihatannya berjaya di bumi, TUHAN Allah tetap memerintah dengan mahakuasa di atas takhta-Nya, dipuja-puja oleh para malaikat perkasa di surge (secara simbolis digambarkan dengan Serafim bersayap enam). Bahkan dasar-dasar Bait Suci yang ada di bumi bergoyang oleh gemuruh suara para Serafim, dan tempat ibadah itu dipenuhi asap pedupaan yang keluar dari doa penyembahan.

Nas: Yesaya 6:1

Penglihatan ini memberikan Yesaya pemahaman yang tepat tentang amanat dan panggilannya. Penglihatan ini menyatakan salah satu pokok utama kitab ini, yaitu bahwa kemuliaan, keagungan, dan kekudusan Allah menuntut bahwa mereka yang melayani Dia juga harus kudus. Gereja-gereja dewasa ini juga memerlukan penglihatan Allah di tengah-tengah mereka sebagai Tuhan yang kudus dan Hakim segala sesuatu. Kesadaran akan perlunya pekerjaan pengudusan Allah di dalam kehidupan kita sudah pasti akan menyertai penglihatan semacam ini; hasilnya bisa menjadi mirip dengan pengalaman Yesaya — pengakuan dosa yang sungguh-sungguh, penyucian mulia, dan penugasan berkuasa oleh Allah dalam kaitan dengan kehendak dan panggilan-Nya (ayat Yes 6:5-8 ; bd. Wahy 1:13-17 ).

Nas : Yes 6:2

Serafim adalah makhluk malaikat bertingkat tinggi; kata ini mungkin mengacu kepada makhluk-makhluk hidup yang dinyatakan juga di bagian yang lain dalam Alkitab (mis. Wahy 4:6-9 ). Nama mereka (harfiah — “makhluk yang menyala”) mungkin menunjukkan kemurnian mereka sebagai yang melayani Allah di sekitar takhta-Nya; mereka mencerminkan kemuliaan Allah sedemikian rupa sehingga kelihatan seperti terbakar

B. PENGAKUAN DOSA, PENYUCIAN, DAN PENGUDUSAN ( 6:5-7 )

Bagaimana mungkin mulut najis sang nabi mengulangi nyanyian malaikat itu? Hati nuraninya dibebani perasaan bahwa dirinya mempunyai kelemahan serta kegagalan pribadi. Dia hanya dapat mengakui dirinya tidak berdaya dan gagal. Tetapi, anugerah Allah yang menyelamatkan segera memenuhi kebutuhannya, menempelkan pada bibirnya sebuah bara dari mezbah dupa (pada mulanya dari mezbah kurban sembelihan; bdg. Im. 16:12 ). Demikianlah, Yesaya disucikan dan diperlengkapi untuk memuji, memanjatkan doa syafaat, dan memberitakan Firman Allah.

Posted in Christianity | Leave a comment

Perencanaan yang baik

Serahkan perbuatannmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu. (Amsal 16:3) –

Dua(2) hal yg tak terpisahkan dalam menyelesaikan pekerjaan yg Tuhan percayakan, yaitu:

1). Perencanaan secara berhati-hati, dan

2). Iman dengan sepenuh hati.

By Andy S. Luhur

Posted in Christianity | Leave a comment

The ABC of Friendship!

Always be honest.

Be there when they need you.

Cheer them on.

Don’t look for their faults.

Every chance you get, call!

Forgive them.

Get together often.

Have faith in them.

Include them.

Just listen.

Know their dreams.

Love them unconditionally.

Make them feel special.

Never forget them.

Offer to help.

Praise them honestly.

Quietly disagree.

Rescue them often.

Say you’re sorry.

Talk frequently.

Use good judgement.

Vote for them!

Wish them good luck!

X-ray yourself first before criticizing others.

Your word counts.

Zip your mouth when told a secret.

You will never be sorry and stop being a gossip monger.


Robyn Freedman Spizman

Posted in Christianity | Leave a comment